FotografI

WELCOME TO MY BLOG

BLOg iDon Aja

Welcome To My Blog Please Comment & Thank You


BATAM, TRIBUN - Sebagai daerah Melayu, Batam tentunya memiliki rumah tradisional khas Melayu layaknya daerah Melayu lainnya. Di Batam, rumah khas melayu yang ada dikenal dengan nama Rumah Limas Potong, karena bentuk atapnya yang menyerupai limas yang terpotong dan berdiri tidak langsung di atas tanah atau disebut rumah panggung.

Sejalan dengan laju perkembangan industri properti yang menawarkan tipe-tipe rumah modern masyarakat asli Melayu di Batam sendiri mulai meninggalkan rumah khas yang menggambarkan budaya Melayu ini. Satu-satunya rumah Limas Potong yang masih tersisa adalah milik Haji Said di Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa. 

Rumah yang dibangun oleh Haji Karim ini kini sudah tak lagi berpenghuni. Rumah ini memang sengaja tidak ditinggali dan dijadikan sebagai rumah contoh khas Melayu di Batam. 

Rumah panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah ini, Kamis (10/11) kemarin telah diresmikan sebagai salah satu objek wisata budaya kota Batam. Walikota Batam, Ahmad Dahlan hadir sekaligus menandatangani prasasti obyek wisata. 

"Di Batam sudah sulit jumpa rumah Melayu seperti ini. Mungkin ini satu-satunya. Kami pemerintah kota Batam berterima kasih kepada pak Haji Said yang telah melestarikan rumah Limas Potong ini sehingga ciri-ciri rumah di khas Melayu Batam tidak hilang," kata Dahlan. 

Dinding rumah ini dibuat dari susunan papan warna coklat, dengan seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih. di dalamnya terdapat beberapa foto hitam putih yang diperkirakan telah berumur puluhan tahun menjadi hiasan di dinding. 

"Saya harap, masih ada lagi beberapa rumah Limas Potong di Batam. Secepatnya pemerintah kota Batam membeli rumah ini atau dihibahkan ke Pemko, agar bisa dianggarkan perawatannya," tambah Dahlan. 
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan, rumah Limas Potong ini terdiri dari tiga bagian yang masing-masingnya memiliki fungsi sesuai adat melayu. 

Menurutnya, dijadikannya rumah ini sebagai rumah contoh khas Melayu, bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu Batam. 
"Rumah ini bisa dijadikan sebagai situs sejarah, edukasi dan laboraturium melayu bagi kepentingan industri pariwisata kota Batam maupun pendidikan," kata Yusfa. 

Untuk menunjang keberadaan rumah ini sebagai salah satu objek wisata, tambah Yusfa, Dinas pariwisata juga menggelar pelatihan merias pengantin dan pernikahan adat adat Melayu. "Ada 30 orang yang diikutsertakan dalam pelatihan ini. Peserta kita ambil dari empat kelurahan sekecamatan Nongsa," jelasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar